Bulan Ramadhan, Blokir Situs Porno Diperkuat

Pemerintah mulai melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa internet (ISP), terkait masih adanya situs pornografi yang masih lolos dari pemblokiran.

Bulan Ramadhan, Blokir Situs Porno Diperkuat [ www.Up2Det.com ]

"Jadi kami tes, beberapa masih ada yang lolos, walau secara umum masih bisa ditutup. Menghadapi bulan Ramadan kami tegaskan lagi, meski tiap hari kami lakukan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring usai melakukan evaluasi penyedia layanan jasa internet di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta 18 Juli 2012.

Dalam proses evaluasi, Tifatul mengaku mengetes lima ISP. "Kami perhatikan secara umum sudah kami blok, tinggal beberapa situs yang baru," ucapnya.

Pemblokiran ini, lanjut Tifatul, merupakan upaya untuk melaksanakan UU 11/2008 ITE, UU Pornografi, dan UU Telekomunikasi, dan untuk memastikan bahwa situs porno diblokir.

Ditanya soal strategi, ia mengatakan para ISP akan mencatat situs pornografi yang lolos. Kemudian, Kominfo akan mengecek kembali situs tersebut.

Soal masih lolosnya konten pornografi, Tifatul beralasan dinamika pornografi sangat tinggi. "Pornografi ini kan industri, mereka cepat melakukan perubahan, penyamaran, ganti nama," ucap bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini.

Namun, ia menegaskan pihaknya selalu melakukan pengecekan dan juga menindaklanjuti laporan dari masyarakat. "Situs seluruh dunia ada 2 miliar, masyarakat kita juga perlu melaporkan," katanya.
"Yang sudah kami blokir 1 juta, dominan dari luar negeri," lanjut Tifatul.

Evaluasi kali ini dihadiri oleh 12 ISP yaitu PT.Telkomsel, PT.Indosat/IM2, PT.XL Axiata, PT. Telkom, PT.Axis Telecom, PT.Hutchison CP Telecom, Pyt. Bakrie Telecom, PT. Smarfren Telecom, PT. Sampoerna Telecom, PT. Centrin Online, PT.Linknet (Firstmedis), dan PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet).

Sumber / Source

Arsip Blog